Cerita Dewasa Kurelakan Keperawananku Demi Melunasi Hutang Ibuku
Cerita Dewasa Kurelakan Keperawananku Demi Melunasi Hutang Ibuku
Sbobet Casino Poker Uang Asli

Cerita Dewasa Kurelakan Keperawananku Demi Melunasi Hutang Ibuku – Kali ini ADMIN CERITA69 akan menceritakan Cerita Sex ketika keperawananku hilang demi melunasi semua hutang ibuku. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Anis Abg cantik semok yang dan perawan, rela kehilangan keperawanan demi melunasi hutang ibunya kepada rentenir yang bernama pak Edi. Pak Edi berkata jika Anis mau melayani nafsu sexnya hutang ibunya akan dianggap lunas dan rumahnya tidak jadi disita.

Anis namaku aku memiliki tinggi badan 161cm dan berat badan 48kg. Sangat ideal dengan usia 21 tahun, paras cantik rambut hitam yang panjang. Itu adalah kelebihanku namun aku terlahir sebagai orang yang sederhana. Ibuku hanya buruh cuci dari rumah ke rumah sedangkan bapak karyawan swasta. Aku bekerja di kasir salah satu swalayan besar di kotaku. Aku tidak melanjutkan kuliah karena terbentur biaya.

Situs Judi Bola Indonesia

Aku memiliki 1 adik perempuan yang masih duduk dibangku SMP. Aku membantu orangtuaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak tawaran pekerjaan lain seperti foto model bahkan SPG yang menghasilkan banyak uang. Tetapi aku enggan dan masih bertahan sebagai kasir di swalayan. Setiap pagi aku membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah dan tepat jam 8 aku berangkat kerja.

Dengan menggunakan motor matic aku berangkat kerja. Lumayan jauh dari rumah ke swalayan sekitar 45 menit perjalanan. Aku termasuk orang yang tidak banyak bicara, aku juga terlihat sangat lembut. Awalnya tidak memakai make up pun aku terlihat cantik. Bosku juga menegur agar aku memakai make up supaya terlihat lebih menarik.

Aku pun menuruti permintaanya, aku belajar memakai make up. Aku terlihat semakin cantik setiap kali berangkat kerja. Selama 3 tahun sudah aku bekerja di swalayan , atasanku menaikkan menjadi supervisor. Aku hanya mengecek barang masuk barang keluar dan melihat kinerja karyawan. Kerjaku lebih santai dan enak namun aku juga harus bekerja dengan semaximal mungkin.

Setiap gajian aku membantu ibu memberikan separu uang untuk membayar angsuran. Ibuku memiliki hutang kepada Renternir besar di kampungku. Dulu ibu sering sekali terlambat membayar angsuran. Pak Edi namanya, jika ibu telambat membayar Pak Edi beserta anak buah mendatangi rumah. Mereka marah-marah hingga ibuku menangis.

Tetapi sekarang aku sudah bisa membantu ibuku. Angsuranpun lancar dan hanya kurang beberapa kali saja. Ibu nekat meminjam uang untuk berobat bapak di kala dulu sakit parah. Tidak ada lagi yang bisa membantu akhirnya meminjam uang sebanyak 30 juta. Namun ternyata selama ini ibu tidak pernah membayarkan uang yang aku beri.

Ibu membayar hutang yang lainnya, Pak Edi datang di malam hari. Dia menggedor-gedor rumah, semua terbangun dan ketakutan. Pak Edi mejelaskan semua bahwa selama ini ibu tidak pernah membayar angsuran. Terlambat 6 bulan aku terkejut padahal aku sudah memberikan uang kepada ibu. Pak Edi pun memberi waktu hingga besok sore, harus segera dibayar.

Jika tidak semua harus meninggalkan rumah, rumah itu akan disita pak Edi,

“kalau saja besok sore kalian belum bisa membayar , bersiaplah untuk keluar dari rumah ini !!! “

“tolong pak beri kami waktu satu minggu…” ucapku sambil memohon.

“apa satu minggu????” tidak !!!!kecuali kamu mau melayani birahiku semalam saja saya anggap lunas hutang ibu kamu !!! ucap pak Edi sambil tertawa memandangiku.

Semalaman aku tidak bisa tidur, aku harus mencari uang kemana lagi. Aku saja masih berhutang dengan atasanku. Pikiranku buntu tidak dapat berfikir lagi. Waktu semakin cepat membuat aku binggung harus melangkah kemana mencari uang sebanyak itu. Aku pun ijin untuk tidak masuk kerja karena aku harus bertindak cepat.

Aku mencari pinjaman tidak ada karena harus ada jaminan sedangkan aku tidak punya apa-apa. Jam 1 siang sudah kurang beberapa jam lagi aku harus segera menemui pak Edi. Aku ingat dengan kata-kata terakhir pak Edi, jika aku melayani birahinya hutang dianggap lunas. Apa aku harus melakukan itu semua agar hutang ibu lunas dan tidak ada beban.

Cerita Sex – Ibu juga terbaring sakit setelah kejadian semalam. Aku tidak tega melihat bapak ibu serta adikku. Tidak lama berfikir aku menemui pak Edi ke rumahnya. Aku berhadapan dengan pria yang sewajarnya menjadi bapakku ini. Pak Edi kira-kira berusia 48 tahun dengan badan yang kekar dan besar. Aku ketakutan menatap wajahnya yang garang,

“sudah ada uang?” ucap pak Edi dengan keras.

“belum pak, aku mensetujui tawaran bapak semalam…”

“oh jadi kamu mau membayar semua hutang ibu kamu dengan melayani birahiku?”

“iya pak…” jawabku sambil menunduk.

“baguss sekali itu yang aku harapkan, ..”

Aku pun menandatangi surat perjanjian bahwa setelah melayaninya semua hutang ibu lunas. Pak Edi tertawa sangat keras membuat aku ketakutan. Aku diajak pergi dari rumah dan segera masuk mobil sebelum istrinya mengetahui. Di dalam mobil ak terdiam dan binggung kala itu namun sudah niatku. Aku harus bisa melayani pak Edi layaknya seorang istri kepada suami.

Entah mau kemana semakin jauh perjalanan yang ditempuh.aku duduk belakang dengan pak Edi. Dia sangat agresif membelai tanganku memandangiku dengan penuh gairah. Wajahku ditarik didekatnya dia menciumi pipiku. Kumis yang tebal itu membuat aku geli, aku menolak dan dia menamparku dengan keras,

“awwww sakit pak…..”

“jangan coba melawan, atau akan habis semua keluargamu !!!” ancaman pak Edi.

Ternyata aku sampai di penginapan , hotel yang cukup mewah. Udaranya sangat dingin sekali, aku tidak kuat lama-lama di luar. Anak buah pak Edi memesan kamar tak lama kemudian aku dan pak Edi menuju kamar yang dipesan. Masuklah aku dengannya, baru pertama kali aku masuk ke hotel. Parahnya aku harus melayani pria tua ini.

Aku ganti menggunakan lingerie yang sudah di bawakan pak Edi. Sexy sekali aku memakai lingerie itu, pahaku yang mulus terlihat jelas. Payudaraku yang bohay itu juga tampak sangat menonjol. Aku keluar dari kamar mandi, pak Edi sudah terbaring dan hanya menggunakan celana dalam saja.,

“sini sayang….” Ucap pak Edi sambil mengelus-elus kemaluannnya.

Aku tidak menjawab dan hanya mendekatinya di ranjang,

“wooww…sexy sekali kamu sayang. Payudaramu yang besar kulitmu yang sangat mulus membuatku makin nafsu saja sama kamu ….”

Pak Edi menciumi leherku membuat aku terangsang. Leherku dicium dna dijilatinya aku terus bergerak karena lama-lama aku merasakan kenikmatan. Bibirku dikulum dengan sangat lembut, dia menciumi bibirku. Tangannya meraba payudaraku ,

“aaahhhhhhh…….”

Aku terpejam dan enggan membuka mata, hatiku berdebar jantungku berdetak lebh cepat lagi. Sore itu aku akan kehilangan keperawananku yang selama itu aku jaga. Tangannya meraba payudaraku dengan perlahan dan kemudian dia meremas,

“ooohhhhh….pakkkkk….aaaahhhhhhhh…….”

Bibirnya yang tebal itu menciumiku aku tak bisa bergerak. Rasanya ingin segera berlalu tetapi lama-lama aku merasakan kenikmatan. Aku hanya pasrah ketika dia menikmati tubuh mulusku itu. Lingerie yang tipis itu dia buka perlahan. Aku memakai bra saja dengan ukuran 38A, bayangkan payudaraku amatlah besar. Dia berada diatasku dan tangannya mencoba membuka pengait braku.

Payudaraku terlihat dengan jelas, dia sangat cepat meremas dan memainkan jemarinya. Putingku dia putar-putar hingga menegang, putting merah kecoklatan yang menojol besar itu dia jilat perlahan,

“aaakkkhhhh pak….ooohhhh….aaaahhhhhhhhhh…..”

Secara bergantian dia mengulum putting susuku, tangannya juga masih meremas-remas. Keatas dan kebawah dia memainkannya. Aku sungguh tak kuasa menahan kenikmatan itu. Aku lihat penis pak Edi memanjang terlihat walaupun masih menggunakan celana dalam. Dengan beringas dia menikmati tubuhku, putingku sangatlah menonjol dibuatnya. Sesekali dia menarik dan menggigit putting susuku,

“aaaaahhh sakit pak….ooohhhh…aaaaaakkkhh…….” rintihanku dengan lirih.

Kemudian dia menjilati seluruh tubuhku hingga ke pusar. Tubuhku menggeliat manja dibuatnya, aku semakin tidak tahan. Dia mencoba membuka celana dalamku yang tipis. Dia membelai memekku dari tas hingga ke bawah. Kebetulan aku membersihkan memekku hingga tidak ada bulu kemaluan. Dia tampaknya gemas segera menjelajahi memek yang masih perawan itu,

“sangat menggemaskan….” Ucap Pak Edi.

Jarinya membuka belahan memekku dan mencari lubang kenikmatan. Lidahnya menjulur menjilati memekku dari luar hingga ke dalam, aku lemas dan merintih,

“aaaaahhhhhhhh….oooohh…aaaaaaaahhhh pak….oohhh…….”

Lidahnya berputar-putar menjilati memekku hingga basah. Entah aku seperti pipis mengeluarkan cairan mungkin itu orgasme. Pak Edi memintaku untuk mengulum penisnya, dia duduk disofa. Sedangkan aku dilantai duduk siap untuk mengulum penisnya. Dia mengajariiku caranya, mulutku aku buka dan aku mencoba memasukkan penisnya ke dalam.

Sebelumnya kau menjilati selakangan pak Edi. Penis yang menengang itu aku pegang erat. Bulu kemaluan yang rimbun serta penis yang sangat besar. Aku mengocok penisnya keatas dan kebawah terdengar desahan pak Edi,

“aaaahhhhhhhhhh nikmat sayang….aaaahhhhh………..”

Aku memasukkan penis besar itu ke dalam mulutnya sambil aku kocok. Dia pun tampak lemas sekali 10 menit aku mengulum penisnya. Lalu aku lepaskan dia menggendong aku ke ranjang kembali. Dadaku menempel di dadanya , aku tampaknya horni dengan pria tua ini. Setelah itu dia kembali menciumiku dari atas hingga ke bawah.

Berubah posisi lagi seperti angka 69, aku mengulum penisnya sedangkan pak Edi mengulum memekku, kita berdua sudah masuk ke dalam birahi yang sangat kuat,

“aaaaaahhhhhhhhhhh……….”

Aku mengeluarkan cairan yang sangat banyak, orgasme berkali-kali. Posisi kembali berubah, aku bertatapan dengan pak Edi kembali. Dia mencoba menggesek-gesekkan penisnya dengan memekku,

“aaasshhhhh…aaaaahhhhh…..ooohhhhhh…….”

Secara perlahan dia mencoba memasukkan penisnya ke dalam memekku. Perlahan masuk ujungnya aku menjerit kesakitan,
“aaahhhh sakiiit pak…..aaaakkkhhh…..”

Cerita Dewasa

Namun dia memaksa kan dengan terus menekan penisnya. Sakit sekali aku menahan kesakitan dia tetap menikmatinya. Aku meneteskan air mata kala itu, secara perlahan penis itu masuk,

“kkkrreeekkkk….” Terdengar sobekan.

“aaaahhhhhhhh…pak sakit…….aaaaakkkhhh….”

Selaput keperawananku sudah pecah , penisnya sebagian masuk ke dalam. Tekanan itu sangatlah keras, penis yang besar itu masuk ke dalam memekku. Kelur masuk penisnya aku semakin lemas,

“aaaaassshhh…aaaahhhh…aaaaaaaaakkkhhhh…pak…nikmat..ooohh……”

Dengan cepat dia menekan penisnya keluar masuk ke dalam. Tanganyya masih saja meremas dan bibirnya juga mengulum putting susuku. Nikmat yang tak terkira ,

“ooohhhh aaaahhh…..ooohhh……..”

Penis itu serasa tertancap ke dalam memekku. Keluar masuk sesuka hatinya, aku lemas terkapar di ranjang. Mataku semakin terpejam merasakan kenikmatan aku terus mendesah manja,

“aaaahhhhh…..aaahhhh…..ooohhh………..”

Secara spontan aku mengangkat pantatku, penis itu serasa mentok ke dalam.

“aaaaaahhhhh….aaaaaahhhh……”

Pak Edi masih saja menggoyangkan penisnya di dalam memekku. Aku tak berdaya hanya desahan yang aku bisa. Sesekali aku menggeliat merasakan kenikmatan,

“aaaaaakkhhh…oohhh..aaahhhh…….”

Tak lama kemudian pak Edi mengeluarkan cairan yang sangat banyak.

“cccrrrrroooottttttt…..cccrrrrooototttt….ccccccrrroooottt……”

Cairan spema itu membasahi tubuhku , aku menangis. Pak Edi seperti sedang menikmati pelacur, begitu selesai dia membersihkan badannya dan dia berkata,

“segera bersihkan badanmu , saya tunggu di mobil.”

Baca Juga: Cerita Dewasa Ngentot Dengan Mbak Lisa Yang Kesepian Didalam Bioskop

Aku perlahan membersihkan tubuhku sembari air mataku menetes. Aku mengenakan kembali pakaianku dan segera menuju tempat dimana Pak Edi memparkirkan mobilnya. Seperti itulah kisah piluku, perawanku hilang dengan seorang renternir. Untuk melunasi hutang ibukku aku pun rela memberikan keperawananku dengan seorang pria tua yang layaknya jadi bapakku.

LEAVE A REPLY